"Kalau sumber memang wilayah Kalbar sendiri masih ada yang terbakar walaupun tidak besar. Itu berada di wilayah Ketapang, yang memang arah anginnya juga mengarah ke Kota Pontianak. Tetapi kita tidak saling menyalahkan ataupun menuding ke daerah lain. Hampir seluruh Kalimantan ini terbakar," ujarnya.
BPBD menyebut secara umum pergerakan angin dari wilayah selatan menuju utara masih terjadi, tetapi durasi pengaruhnya terhadap Kota Pontianak tidak dapat dipastikan karena kondisi angin dapat berubah. Posisi Pontianak yang berada di wilayah ekuator juga membuat pergerakan angin relatif lebih lambat, sehingga kondisi asap dapat bertahan.
"Kalau kami menyimpulkan ini arah angin, berarti kami bisa mengetahui secara pasti angin ini membawa kabut dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Barat. Ini berdasarkan data yang kami lihat, arah angin dari wilayah Kalimantan lain dan Kalimantan kita sendiri, Kalbar, memang masih ada yang terbakar," ujarnya.
Perpanjangan status tanggap darurat tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemprov Kalbar dalam mengantisipasi dampak karhutla, termasuk kemungkinan kembali memburuknya kualitas udara akibat pergerakan asap.