NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menggelar simulasi gempa bumi untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

"Simulasi dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan seluruh elemen, petugas, dan masyarakat untuk meminimalisir risiko bencana di masa mendatang," kata Sekretaris BPBD DKI Jakarta Ali Mansur Siregar di Jakarta, Kamis.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur sebagai tindak lanjut atas Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Nomor 44 Tahun 2026 tentang simulasi gempa secara serentak di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Simulasi gempa, kata Ali, diprioritaskan pada gedung-gedung pemerintahan sebagai proyek percontohan (pilot project) dan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Simulasi tersebut juga memperkenalkan aplikasi Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) Badan Meteorologi, Klimatologis, dan Geofisika (BMKG).

Aplikasi InaEEWS merupakan infrastruktur teknologi yang dirancang untuk mendeteksi gelombang seismik awal dan memberikan peringatan detik-detik berharga sebelum getaran utama gempa merusak dan mencapai lokasi terdampak.

Ali menjelaskan hasil monitoring simulasi gempa menunjukkan seluruh tahapan simulasi, mulai dari lantai 1 hingga 8 berjalan lancar dan sukses. Simulasi itu melibatkan 20 petugas gabungan yang terdiri dari 10 personel BPBD Jakarta Timur dan petugas lainnya yang disiagakan.

"Para petugas serta pegawai di lokasi melaksanakan evakuasi dan prosedur tetap (protap) kebencanaan, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan prosedur diakhiri dengan pelaporan kondisi keamanan di setiap lantai kepada Komandan Peleton (Danton) yang bertugas," terang Ali.

Dia menyebutkan meskipun peserta sempat terkejut dengan adanya simulasi mendadak itu, mereka dapat beradaptasi cepat dengan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

"Dalam evaluasi pascasimulasi, dinilai perlunya peningkatan pada respons penyampaian tanda bahaya (sirine) dan kesiapsiagaan personel agar penyampaian informasi darurat kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan tepat," ujar Ali.

Dia pun berharap meskipun bencana tidak diharapkan terjadi, kesiapsiagaan seluruh elemen petugas dan masyarakat berperan penting untuk meminimalisir risiko dampak bencana di masa mendatang.