​Koordinasi lintas sektor bersama para pemangku kepentingan wilayah, mulai dari tingkat kapanewon (kecamatan), kalurahan, jajaran TNI-Polri, Dinas Kesehatan, hingga instansi teknis terkait telah dilakukan secara intensif.

"Langkah ini mencakup penyiapan jalur evakuasi, barak pengungsian, serta penguatan edukasi mitigasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB)," katanya.

​Dari sisi pendanaan, BPBD Sleman memastikan ketersediaan pos anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan darurat kebencanaan, yang didukung oleh koordinasi bersama pemerintah provinsi dan instansi vertikal terkait apabila dibutuhkan eskalasi penanganan secara cepat.

​"Status Sleman saat ini masih Siaga Darurat untuk erupsi Gunung Merapi hingga akhir Desember. Kami mengimbau masyarakat di lereng Merapi untuk terus mematuhi rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang," ucapnya.