NADIKABAR.COM β Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman potensi bencana seiring status Gunung Merapi yang masih berada di Level III (Siaga).
Pemkab Sleman memperpanjang status Siaga Darurat Erupsi Gunung Merapi hingga akhir Desember mendatang untuk mengantisipasi potensi ancaman erupsi maupun bahaya sekunder, seperti lahar dingin dan banjir bandang.
β"Potensi volume suplai material vulkanik terpantau cukup tinggi di sektor barat daya dan selatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro di Sleman, Kamis.
Ia mengingatkan potensi lahar dingin di sektor barat daya tercatat sekitar 4,3 juta meter kubik, sedangkan di sektor selatan mencapai sekitar 2,2 hingga 2,3 juta meter kubik yang mengarah ke sejumlah alur sungai, seperti Boyong, Gendol, dan Krasak.
Untuk menekan risiko, kata Bambang, BPBD Sleman telah memasang dan mengoptimalkan puluhan perangkat Early Warning System (EWS) di berbagai titik rawan.
Jaringan pemantauan ini terintegrasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), pos pemantauan, serta radar cuaca guna memantau intensitas curah hujan di kawasan puncak.
"βLangkah pengamanan ini dinilai krusial, terutama pada akhir pekan ketika kawasan lereng Merapi ramai dikunjungi wisatawan maupun aktivitas jeep wisata," katanya.
Ia mengatakan BPBD Sleman mengimbau agar masyarakat dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan jika terjadi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi di atas kapasitas rata-rata.
β"Jika terjadi cuaca ekstrem di puncak, kami langsung mengaktifkan EWS untuk memberikan peringatan dini potensi banjir bandang atau lahar dingin, sehingga warga dan pelaku wisata di sekitar alur sungai dapat segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman," tambahnya.
Selain itu, lanjut Bambang, BPBD Sleman juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi menyusul masa transisi dari musim kemarau menuju pancaroba dan musim hujan, seperti angin kencang, sambaran petir, serta potensi tanah longsor di beberapa wilayah rawan.
βKoordinasi lintas sektor bersama para pemangku kepentingan wilayah, mulai dari tingkat kapanewon (kecamatan), kalurahan, jajaran TNI-Polri, Dinas Kesehatan, hingga instansi teknis terkait telah dilakukan secara intensif.
"Langkah ini mencakup penyiapan jalur evakuasi, barak pengungsian, serta penguatan edukasi mitigasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB)," katanya.
βDari sisi pendanaan, BPBD Sleman memastikan ketersediaan pos anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan darurat kebencanaan, yang didukung oleh koordinasi bersama pemerintah provinsi dan instansi vertikal terkait apabila dibutuhkan eskalasi penanganan secara cepat.
β"Status Sleman saat ini masih Siaga Darurat untuk erupsi Gunung Merapi hingga akhir Desember. Kami mengimbau masyarakat di lereng Merapi untuk terus mematuhi rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang," ucapnya.