NADIKABAR.COM — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat hilirisasi sektor kelapa sawit melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
Kepala Divisi Umum dan SDM BPDP, Adi Sucipto menyatakan, kelapa sawit tidak lagi dipandang sekedar sebagai komoditas penghasil minyak nabati, namun di tangan pelaku UMKM, komoditas ini dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah, mulai dari kerajinan, kosmetik, batik, hingga material industri.
Melalui inisiasi Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Produk UMKM Berbasis Kelapa Sawit, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, BPDP mendorong pemanfaatan potensi perkebunan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Program ini diarahkan untuk menciptakan peluang usaha, memperkuat kapasitas UMKM, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal," ujarnya dalam Indonesia Villages Expo & Forum (INDOVEX) 2026 di Kota Batu, Jawa Timur.
Menurut dia, pengembangan perkebunan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi bahan baku, diperlukan pendekatan menyeluruh melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan inovasi teknologi, pembangunan sarana-prasarana, promosi, serta pengembangan industri hilir.
Transformasi tersebut, tambahnya, penting agar komoditas perkebunan tidak berhenti diperdagangkan sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih besar.
Pada saat bersamaan, manfaat ekonominya diharapkan menjangkau masyarakat, terutama pekebun dan pelaku UMKM di wilayah sentra perkebunan.