Meski terdapat antrean kendaraan roda empat untuk pembelian Biosolar dan Pertalite, namun proses pengisian berjalan lancar.
"Kita lihat ada beberapa sedikit antrean untuk pembelian BBM, khususnya Biosolar maupun Pertalite roda empat. Namun, pelayanan tetap dapat berjalan dengan baik dan cukup lancar," ujar dia.
Menurut Wahyudi, SPBU tersebut telah menggunakan kamera CCTV yang dipantau secara langsung selama 24 jam.
BPH Migas pun merekomendasikan pengelola meningkatkan kecepatan pelayanan dan memperbaiki sudut pandang kamera CCTV agar mengarah ke kendaraan dan nomor polisi kendaraan saat melakukan pembelian Biosolar dan Pertalite.
"Agar rekamannya cukup baik dan kita bisa mengidentifikasi kendaraan yang berhak untuk membeli BBM tersebut," ujar dia.
Wahyudi juga berdialog dengan salah seorang pengemudi truk Rizal (25), yang mengatakan pembelian Biosolar biasanya dilakukannya tiga hari sekali untuk kebutuhan operasional.
"Untuk jarak jauh seperti rute pengantaran ke Ruteng, kami hanya melakukan satu kali pengisian BBM di SPBU ini dengan biaya Rp400.000 atau 58 liter untuk sekali perjalanan pulang pergi," katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Nusa Tenggara Timur II Fuel Yoga Pratama.