"Kalau di Islam itu ada Shalat Jumat setiap pekan. Mungkin dengan di situ, kami bersama-sama membangun sinergi dengan MUI dan berbagai pihak agar ada pemahaman terkait kesehatan di sela ceramahnya," kata dia pula.

Dalam sambutannya Akmal menyebutkan, BPJS Kesehatan mengeluarkan uang setiap bulan sekitar Rp16 triliun untuk membayar biaya kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) seperti rumah sakit. Sedangkan, pemasukan iuran masuk hanya sekitar Rp14 triliun. Artinya, ada defisit Rp2 triliun.

Tercatat, ada kurang lebih 3.000 FKTL yang bekerja sama BPJS Kesehatan serta 20 ribuan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik dan lainnya. Dari data, jumlah kunjungan ke faskes per harinya, kata dia, sekitar 2 juta orang.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong masyarakat mendaftar diri dan mengaktifkan kepesertaannya serta rajin membayarkan iuran. Sebab, program JKN hadir sifatnya gotong royong, saling membantu satu sama lain, sehat membantu yang sakit.

Ia mencontohkan, seseorang menderita sakit gagal ginjal, proses penanganannya seperti cuci darah sekitar Rp700 ribu-Rp3 juta sekali. Seminggu dua sampai empat kali, dikalikan Rp700 ribu, sekitar Rp4,2 jutaan biaya dikeluarkan. Tapi, jika terdaftar meski kelas III, iuran Rp35 ribu, itu tanpa biaya.