Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong perubahan orientasi pelayanan kesehatan dari sekadar mengejar volume menjadi berbasis nilai atau hasil yang dirasakan peserta.

"Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik," kata Pujo.

Pujo mengatakan perubahan orientasi tersebut membutuhkan peran aktif fasilitas kesehatan. Faskes tidak hanya menjadi tempat peserta memperoleh pelayanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan mutu dan hasil layanan JKN.

BPJS Kesehatan pun memberikan penghargaan Seva Paramahita Award 2026 kepada faskes yang menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

"Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN," ujarnya.

Penguatan mutu layanan, lanjut Pujo, juga harus dirasakan langsung oleh peserta ketika berada di fasilitas kesehatan.

Untuk itu, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengalaman peserta dalam memperoleh informasi dan pendampingan selama mengakses layanan kesehatan.

Peserta Bisa Pakai Asuransi Tambahan