NADIKABAR.COM — BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menggencarkan jemput bola untuk mendekatkan akses layanan administrasi, informasi, dan pengaduan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke tengah masyarakat tanpa harus datang ke kantor cabang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh Haery Yasdi di Payakumbuh, Selasa, mengatakan langkah proaktif ini diwujudkan melalui optimalisasi satu unit armada BPJS Keliling yang bergerak menyasar pusat keramaian dan wilayah yang jauh dari jangkauan geografis kantor cabang.

"Kanal layanan tatap muka bergerak ini sengaja kami hadirkan untuk memotong jarak operasional masyarakat. Petugas kami yang langsung mendatangi warga menggunakan mobil operasional," ujarnya.

Tercatat sejak 1 Januari hingga 25 September 2026, kanal jemput bola ini memberikan pelayanan langsung kepada 4.858 peserta JKN di wilayah kerja setempat.

Yasdi memaparkan efektivitas satu-satunya armada bergerak milik kantor cabang Payakumbuh tersebut terbukti tinggi dengan keberhasilan menjangkau 257 lokasi strategis dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan.

Secara teknis, BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh memaksimalkan jangkauan operasional dengan mengunjungi rata-rata tiga lokasi berbeda setiap harinya.

Pelayanan bergerak ini hadir secara konsisten melayani kebutuhan masyarakat pada setiap hari kerja, mulai dari hari Senin sampai Jumat.

Dalam setiap agenda kunjungan lapangan yang dijalankan, pihak BPJS Kesehatan menyiagakan dua orang petugas pelayanan di dalam mobil operasional BPJS Keliling untuk melayani warga secara cepat dan responsif.

Adapun titik pelayanan diprioritaskan pada fasilitas umum yang ramai penduduk, seperti fasilitas kesehatan, kantor kelurahan atau nagari, kompleks sekolah, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata, termasuk daerah terpencil yang aksesnya jauh dari kantor cabang BPJS Kesehatan.

"Melalui layanan di atas roda ini, masyarakat dapat mengurus pendaftaran peserta baru, penambahan atau pengurangan anggota keluarga, perubahan data, hingga pengaktifan kembali status kepesertaan yang nonaktif," katanya.

Selain urusan administratif, armada ini juga berfungsi penuh sebagai posko berjalan untuk memfasilitasi kebutuhan informasi masyarakat dan kanal penanganan pengaduan langsung.

Ia menyampaikan bagi warga yang ingin memanfaatkan kehadiran layanan ini, pembaruan jadwal berkala dapat dipantau melalui media sosial resmi kantor cabang setempat atau lewat fitur menu BPJS Keliling di Aplikasi Mobile JKN.

Lebih lanjut, Haery mengatakan target Universal Health Coverage (UHC) prioritas 2026, minimal cakupan kepesertaan 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.

Untuk tiga daerah pada wilayah kerja BPJS Kesehatan cabang Payakumbuh per 1 September 2026, Kabupaten Lima Puluh Kota telah menyandang status UHC dengan capaian kepesertaan mencapai 402.595 jiwa atau sebesar 98,76 persen dari 407.670 penduduk. Tingkat keaktifan di daerah ini mencapai 82,54 persen.

Kemudian, untuk Kota Payakumbuh, berdasarkan data per 1 Agustus 2026, sebenarnya sudah mencapai UHC dengan cakupan kepesertaan 98,18 persen dan tingkat keaktifan peserta 85,69 persen.

Namun, karena ada perubahan data jumlah penduduk berdasarkan data Dukcapil semester 1 tahun 2026, terjadi penurunan cakupan kepesertaan menjadi 97,71 persen dan tingkat keaktifan peserta 85,29 persen.

Tetapi, Pemkot Payakumbuh berkomitmen untuk mencapai UHC kembali minimal 98 persen pada Desember 2026, dan telah mengalokasikan anggaran untuk mencapai kekurangan target cakupan kepesertaan tersebut.

Sementara itu, Kabupaten Tanah Datar dengan jumlah 385.576 penduduk mencatat angka kepesertaan sebesar 95,11 persen atau 366.721 jiwa dengan tingkat keaktifan 68,83 persen. BPJS Cabang Payakumbuh terus menggenjot berbagai upaya agar daerah ini segera berstatus UHC.