NADIKABAR.COM β€” Indonesia melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengadakan program pelatihan internasional Audit Reform and Improvement Support of the Indonesian Government for Excellence in Public Sector Oversight (ARISE) tahun 2026 dengan melibatkan empat negara di kawasan Pasifik (Palau, Papua Nugini, Tuvalu, dan Vanuatu) serta Timor-Leste.

β€œARISE 2026 merupakan perwujudan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan kapasitas dan memperkuat kerja sama BPK dan SAI (Supreme Audit Institution) di kawasan Pasifik dan Timor-Leste. Di tingkat global, pelatihan ini berkontribusi dalam meningkatkan peran Indonesia dalam menyebarluaskan pengetahuan, mendorong pembangunan ekonomi global, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” ujar Kepala Badan Diklat PKN BPK Yudi Ramdan Budiman, dalam agenda pembukaan ARISE 2026, dari keterangan resmi, di Jakarta, Selasa.

Pelatihan ARISE 2026 diselenggarakan oleh BPK, dengan dukungan dari Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional Indonesia (LDKPI) atau Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID) dan Kementerian Luar Negeri ini.

Adanya pelatihan ini bertujuan membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia pemeriksa dan kapasitas organisasi lima SAI dari kawasan Pasifik dan Timor-Leste dalam melaksanakan pemeriksaan kinerja.

ARISE 2026 merupakan salah satu program dari 40 program lainnya yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai negara mitra di bawah kerangka Indonesian AID pada tahun 2026.

Pelatihan ARISE 2026 diselenggarakan tanggal 5-16 Oktober 2026 melalui metode blended learning yang memadukan pembelajaran mandiri (self-learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning), serta diakhiri dengan pembelajaran tatap muka (classical learning) pada 19-30 Oktober 2026 di Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara BPK di Bali.

Pelatihan dengan tema pemeriksaan kinerja atas isu blue economy didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan fokus pada dua kompetensi utama, yaitu penyusunan desain pemeriksaan kinerja (performance audit design development) serta penerapan teknik pemeriksaan hingga penyusunan laporan hasil pemeriksaan (performance audit tools, techniques and reporting).

Pelatihan juga dilengkapi dengan sesi kunjungan lapangan (site visit) yang menyasar sektor perikanan, proses bisnis akuakultur, dan praktik operasional teknik-teknik pemeriksaan kinerja.

Dengan model pelatihan yang memadukan teori dan praktik, kata Yudi, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan tata kelola, menganalisis akar penyebab, serta merancang pemeriksaan dan menyusun laporan yang berkualitas dan berbasis bukti dalam pemeriksaan atas isu blue economy dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tantangan negara peserta.

β€œMelalui implementasi ARISE 2026, BPK yang akan menjadi ketua organisasi lembaga pemeriksa sedunia (INTOSAI) pada tahun 2028-2031, sekali lagi menegaskan komitmennya bahwa hasil pemeriksaan yang relevan dan berorientasi pada dampak nyata (impact where it matters) dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas batas,” ujar dia lagi.

β€œBPK tidak sekadar memfasilitasi transfer pengetahuan, tetapi turut aktif membangun arsitektur tata kelola kawasan Pasifik yang lebih transparan, tangguh, dan berdaya saing,” kata Yudi Ramdan.