Dengan model pelatihan yang memadukan teori dan praktik, kata Yudi, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan tata kelola, menganalisis akar penyebab, serta merancang pemeriksaan dan menyusun laporan yang berkualitas dan berbasis bukti dalam pemeriksaan atas isu blue economy dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tantangan negara peserta.

β€œMelalui implementasi ARISE 2026, BPK yang akan menjadi ketua organisasi lembaga pemeriksa sedunia (INTOSAI) pada tahun 2028-2031, sekali lagi menegaskan komitmennya bahwa hasil pemeriksaan yang relevan dan berorientasi pada dampak nyata (impact where it matters) dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas batas,” ujar dia lagi.

β€œBPK tidak sekadar memfasilitasi transfer pengetahuan, tetapi turut aktif membangun arsitektur tata kelola kawasan Pasifik yang lebih transparan, tangguh, dan berdaya saing,” kata Yudi Ramdan.