Namun, dari sisi pertumbuhan jumlah pengguna, BPKH Apps menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak diluncurkan kurang dari satu tahun lalu.
"Kalau dari sisi pulau memang kami belum punya data bagaimana pembagian pulau, tapi hari ini semenjak launching yang kurang dari 12 bulan, kita sudah ada pertumbuhan sampai lebih dari 300 persen," tuturnya.
Saat ini, kata Harry, sudah sekitar 193 ribu jemaah dan masyarakat yang mengunduh BPKH Apps.
Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut menjadi salah satu catatan bagi BPKH untuk terus mengembangkan aplikasi. Meski sudah mencapai 193 ribu unduhan, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari potensi pengguna yang dapat dilayani.
Harry menyebut masih ada sekitar 5,7 juta pengguna yang menjadi bagian dari pekerjaan rumah BPKH untuk memperluas jangkauan aplikasi.
Peluncuran fitur terbaru BPKH Apps sendiri merupakan respons BPKH untuk meningkatkan level penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, sekaligus menjadi pemanasan strategis bagi 5,7 juta pendaftar haji menuju target bebas transaksi nontunai dari Pemerintah Arab Saudi pada tahun 2028 mendatang.
"Kita sudah ditantang oleh Kerajaan Saudi Tahun 2028 tidak ada lagi transaksi yang non-digital, semuanya harus digital, sehingga kita mulai sekarang pemanasan penyiapan jemaah haji kita 5,7 juta ini bisa siap untuk transaksi secara digital," pungkasnya.