NADIKABAR.COM — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Harika untuk Kemanusiaan meluncurkan Program Dai Sejuta Mimbar di Auditorium Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat.

Program tersebut mendorong generasi muda untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini, sekaligus memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan keislaman yang kreatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab.

“Melalui Dai Sejuta Mimbar, kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menyebarkan pesan kebaikan melalui platform digital,” ujar Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander.

Program Dai Sejuta Mimbar melengkapi program edukasi BPKH melalui Program Haji Muda yang bertujuan meningkatkan literasi haji dan keuangan di kalangan generasi muda.

Melalui Program Haji Muda, BPKH mendorong masyarakat memahami pentingnya pengelolaan keuangan, membangun kebiasaan menabung, serta memperoleh informasi haji yang tepat sebagai bagian dari persiapan menuju Baitullah.

Sementara itu, program Dai Sejuta Mimbar memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui konten digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Konten dakwah tidak hanya perlu kreatif dan menarik, tetapi juga harus memiliki substansi yang kuat, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Harry.

Melalui kedua program tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami pentingnya mempersiapkan perjalanan ibadah menuju Baitullah, tetapi juga berperan aktif menyebarkan pengetahuan dan pesan kebaikan melalui karya digital.

Harry mengatakan persiapan ibadah haji perlu dimulai sejak usia muda melalui penguatan kesiapan spiritual, pemahaman tentang penyelenggaraan ibadah haji, dan perencanaan finansial yang matang.

Masa tunggu keberangkatan haji yang panjang menjadikan edukasi sejak dini penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan ibadah secara lebih terarah.

“Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi spiritual maupun finansial, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Harry.

Sementara itu Kepala BRIN Arif Satria menekankan perkembangan teknologi digital membuka peluang lebih luas bagi dakwah untuk menjangkau masyarakat.

Media sosial, video pendek, siniar (podcast), dan berbagai platform digital dapat menjadi sarana penyampaian pesan keislaman melalui pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakteristik generasi muda. Namun, perluasan jangkauan tersebut harus diiringi dengan kualitas substansi dan kredibilitas informasi.

“Melalui Program Dai Sejuta Mimbar, kita ingin mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan kebaikan, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat. Keberhasilan dakwah digital perlu dilihat dari manfaat dan dampak nyata yang dihasilkan,” ujar Arif.