Skema tersebut dinilai penting agar jemaah mempunyai perencanaan keuangan yang lebih baik selama masa tunggu. Tidak harus menyiapkan dana pelunasan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
"Nah ini kita sedang menunggu, tentu saya tahu ini karena kementerian baru, membutuhkan waktu untuk menerbitkan, tapi ini sedang ditunggu-tunggu oleh para jemaah haji, karena dengan seperti ini maka jemaah haji secara finansial plan jadi lebih mudah, bisa menabung, bisa mencicil pelunasan sehingga tidak kaget-kaget," ujar Harry.
Harry juga mengingatkan jika kewajiban pelunasan dilakukan dadakan akan berpotensi pengambilan keputusan finansial yang berat.
"Kalau dadakan, pasti akan ada for sale aset untuk pelunasan kan, jual murah, bisa ngutang," jelasnya.