Menurut Iskandar, pengembangan fungsi tersebut tidak membutuhkan investasi terlalu besar karena sebagian fasilitas pendukung telah tersedia.
Fasilitas yang dibutuhkan antara lain area terbuka dan gudang dengan luas sekitar 10.000 meter persegi. Sementara itu, Sabang saat ini telah memiliki fasilitas gudang seluas sekitar 4.000 meter persegi.
“Jadi tinggal beberapa fasilitas pendukung saja untuk kemudian enam tahun di fase pengembangan oil dan gas. Ini bisa dimanfaatkan sebagai pangkalan logistik. Setidaknya ekosistem itu sudah sudah terbentuk, sudah terjadi,” kata dia.
Di sisi lain, BPKS juga melihat potensi Sabang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kapal pesiar atau cruise tourism.
Namun, pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama melalui penyiapan destinasi wisata dan fasilitas pendukung bagi wisatawan kapal pesiar.