NADIKABAR.COM β Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT Pema Global Energi (PGE) mulai melaksanakan tajak sumur baru (spud in) sumur eksplorasi Rayeu D-1 Kabupaten Aceh Utara sebagai upaya peningkatan produksi migas Aceh.
βPengeboran Rayeu D-1 merupakan bagian dari upaya kita untuk terus membuka peluang penemuan cadangan migas baru di Aceh," kata Kepala BPMA Mawardi Nur di Banda Aceh, Senin.
Pengeboran sumur Rayeu D-1 di Desa Alue Serdang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara ini menjadi salah satu upaya untuk membuktikan potensi hidrokarbon, sekaligus membuka peluang peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja (WK) B Aceh.
Pengeboran dilakukan secara berarah (directional drilling) menggunakan rig BMA-16 berkapasitas 1.500 HP yang dioperasikan oleh PT Bina Mitra Artha (BMA).
Sumur ini ditargetkan mencapai kedalaman akhir 6.953 kaki terukur berarah (feetMD) atau 6.894 kaki kedalaman vertikal sebenarnya (true vertical depth/TVD).
Mawardi mengatakan, pengeboran Rayeu D-1 untuk mengonfirmasi hasil survei seismik 3D yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus membuktikan potensi hidrokarbon pada prospek Rayeu D.
Target utama dan sekunder pengeboran berada pada reservoir batupasir Formasi Lower Seurula, khususnya lapisan LS-1dan LS-2.
Dari pengeboran ini, PGE menargetkan potensi produksi awal sebesar 300 barel kondensat per hari (barrels of condensate per day/BCPD) dan gas sebesar 11,4 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).
"Pengembangan struktur Lower Seurula diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan produksi hidrokarbon di blok B," ujarnya.