"Hasil kajian ini menjadi salah satu dasar dalam menentukan tahapan kegiatan berikutnya, termasuk persiapan menuju pengembangan lapangan melalui POD apabila seluruh persyaratan teknis dan keekonomian telah terpenuhi," ujarnya.
Dirinya menyampaikan, percepatan proses evaluasi dan tindak lanjut pengembangan merupakan hal penting untuk memastikan potensi sumber daya migas Aceh dapat dinilai dan dimanfaatkan secara optimal.
βKita ingin memastikan proses pengembangan potensi migas Aceh dapat berjalan lebih cepat, khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan," katanya.
BPMA berharap, setiap tahapan dilaksanakan secara terukur berdasarkan kajian teknis, dengan tetap memperhatikan kelayakan komersial serta pemenuhan seluruh ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
Ia menegaskan, rencana pengembangan lapangan tidak dapat dilepaskan dari hasil evaluasi menyeluruh terhadap potensi sumber daya, aspek teknis, dan keekonomian.
"Oleh karena itu, koordinasi antara BPMA dan kontraktor menjadi bagian penting untuk memastikan setiap keputusan pengembangan didasarkan pada data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.