Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, mengungkapkan bahwa keberhasilan memperoleh NIE untuk vaksin ini merupakan hal penting hasil kolaborasi panjang tim redaksi institusi riset, akademisi, industri, serta mitra global seperti Murdoch Children's Research Institute (MCRI).

"Bio-RV bukan hanya tentang hadirnya satu produk vaksin baru. Di balik pencapaian ini terdapat perjalanan panjang pengembangan ilmu pengetahuan, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, hingga penyiapan manufaktur," kata Shadiq, Jumat (4/9/2026).

Ia menambahkan bahwa kemampuan vaksin ini diberikan sejak periode neonatal membuka peluang besar untuk melindungi anak-anak Indonesia sedini mungkin sekaligus memperkuat kemandirian pasokan vaksin nasional.

"Yang ingin kami hadirkan adalah perlindungan sedini mungkin bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memastikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menjamin keberlanjutan pasokan vaksin secara mandiri. Ini merupakan bagian dari kontribusi Bio Farma dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan kesehatan nasional," pungkasnya.