NADIKABAR.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan Indonesia akan segera memiliki kesepakatan dengan China untuk mengatur hal terkait obat dan keamanan pangan.

"Kemarin pertemuan dengan 'National Medical Product Administration' (NMPA) atau BPOM China, semua berjalan baik agar nota kesepahaman (MoU) antara BPOM Indonesia dengan NMPA akan segera kita sahkan, Jadi drafnya sudah selesai, kita akan tandatangani segera," kata Taruna Ikrar kepada NadiKabar di Beijing, Minggu.

Diketahui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dan NMPA yang sebelumnya berakhir pada Juni 2024.

Saat ini, BPOM sedang mendorong pembaruan kerja sama tersebut dengan cakupan yang lebih luas, termasuk regulasi obat, vaksin, produk biologi, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, serta teknologi pengaturan digital.

"Insya Allah nanti akan kita tunjukkan pada saat pertemuan tingkat tinggi negara-negara APEC antara Presiden Prabowo dengan Presiden Xi," ucap Ikrar.

Isi MoU antara BPOM dan NMPA antara lain berhubungan dengan regulasi, investasi, masalah keamanan, mutu, dan khasiat, serta lebih spesifik lagi soal transfer teknologi.