"Beberapa teknologi seperti teknologi vaksin khususnya yang ada dari China akan investasi di Indonesia. Di lain sisi Indonesia, kita punya ahli-ahli khususnya yang berhubungan dengan sertifikat pengelolaan obat karena BPOM sudah WHO, sehingga kita punya manufacturing (obat) sudah sangat bagus," papar Ikrar.
BPOM diketahui sebagai Otoritas terdaftar WHO atau WHO-Listed Authority (WLA) turut memperkuat posisi Indonesia dalam sistem pengaturan global.
Melalui mekanisme "reliance", BPOM dapat memanfaatkan hasil penilaian regulator mapan sebagai referensi, tetapi tetap melakukan proses penilaian sendiri dan mekanisme tersebut bukan merupakan pengakuan langsung.
"Sehingga kalau nanti diterapkan, diharapkan agar industri-industri obat yang ada di China ini bisa mendapatkan sertifikat good manufacturing dari Indonesia atau sertifikat cara pembuatan obat atau cara pangan yang baik karena China belum dapat (sertifikat WHO)," ungkap Ikrar.
Selain bertemu dengan NMPA, Ikrar juga menjadi pembicara dalam "International Biomedical Industry Innovation Conference Beijing Forum" yang diselenggarakan oleh Universitas Tsinghua. Ikrar pun menyampaikan materi untuk sesi "AI + New Medical Technology Conference".