Karena itu, katanya, penerapan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pembinaan dan pengembangan desa wisata. Dengan pangan yang aman, wisatawan dapat menikmati sajian kuliner lokal dengan lebih nyaman, sementara produk khas daerah memiliki peluang untuk semakin dipercaya dan diminati.
Dia berharap sinergi ini menjadi langkah baru dalam mewujudkan desa wisata yang aman, sehat, dan berdaya saing melalui penguatan keamanan pangan. Penerapan keamanan pangan juga dapat mendukung pelaku usaha lokal dalam meningkatkan mutu produk serta memperkuat daya saing kuliner dan oleh-oleh khas desa.
Kepala BPOM dan Menteri Pariwisata menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata serta Pengawasan Obat dan Makanan. Melalui kolaborasi ini, BPOM dan Kementerian Pariwisata mendorong keterlibatan pemerintah daerah, pengelola desa wisata, kader keamanan pangan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membangun ekosistem pangan yang aman.