NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, rangkaian program Creative Village yang menjadi bagian dari acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 membuka peluang bagi industri ekonomi kreatif Indonesia ke tren pasar kustomisasi (customized) dengan potensi pejuang ekraf yang luas di seluruh daerah di Indonesia.
“Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kita percaya kalau ke depannya, tren ekonomi masa depan adalah sesuatu yang customized, personalized, bukan lagi sesuatu yang mass production. Dan Indonesia punya kesempatan untuk mendominasi di industri tersebut,” kata Irene saat ditemui media dalam pembukaan Creative Village 2 di MGP Space SCBD, Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, melalui Creative Village, Kemenekraf ingin memamerkan potensi besar dari pelaku usaha produk kreatif kepada seluruh peserta delegasi yang hadir dengan kualitas kustomisasi yang tinggi dan berbeda dari produk pasaran lainnya.