Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai salah satu program percepatan di bidang kesehatan. Data Kementerian Kesehatan per Oktober 2026 menunjukkan, terdapat 666 ribu kasus TB yang ditemukan dari estimasi 1.080.000, dengan tingkat pengobatan sebesar 90 persen atau 599 ribu kasus.

Terkait pencapaian selama dua tahun periode Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, BPOM menyebut sepanjang 1 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2026, BPOM melakukan penyidikan pro-justitia dalam 360 perkara dengan nilai barang bukti mencapai Rp335 juta.

BPOM turut merekomendasikan penurunan 451.791 tautan daring yang menjual produk ilegal serta memasukkan 1.602 produk ilegal ke dalam daftar negatif.

Di tingkat internasional, pengakuan BPOM sebagai WHO-Listed Authority (WLA) pada Desember 2025 menjadi tonggak penting bagi kredibilitas sistem regulasi obat Indonesia. Pengakuan ini sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan global terhadap kapasitas pengawasan obat nasional dan mendukung daya saing industri farmasi Indonesia.