Pengayaan tersebut antara lain diarahkan pada pengawasan post-market, regulatory science, analisis risiko, sistem mutu, pengawasan sarana dan produk, pengujian, serta pemanfaatan data dan teknologi.

Selain penguatan kurikulum, pihaknya mengusulkan keterlibatan langsung para praktisi BPOM dalam proses pembelajaran di Unhan. Widyaiswara dan jabatan fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) BPOM dapat berkontribusi sebagai pengajar praktisi, sementara permasalahan nyata dalam pengawasan obat dan makanan dapat dikembangkan menjadi topik tugas akhir mahasiswa.

Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho menyambut positif penjajakan kolaborasi tersebut. Mahasiswa dan mahasiswi Unhan saat ini, katanya, merupakan bibit unggul karena sudah melalui seleksi masuk yang sangat ketat dan pendidikan mental layaknya seorang TNI.

β€œKerja sama dengan BPOM menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan farmasi yang memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan nasional. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman dan pemahaman mengenai pengawasan obat dan makanan serta nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Anton.

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah pemanfaatan kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) sebagai tahap awal talent scouting mahasiswa farmasi Unhan. Melalui kegiatan tersebut, BPOM dapat melakukan pemetaan potensi mahasiswa sekaligus mengenalkan secara lebih dini tugas dan fungsi pengawasan obat dan makanan.