Nasional
HALAMAN 1 DARI 3
BPOM-WHO kuatkan surveilans obat tradisional kejar potensi ekonomi
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan lokakarya pengawasan post-market obat tradisional dan suplemen sebagai upaya
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 3 November 2026 pukul 21:00 WIB
• ⏱ 2 menit baca
NADIKABAR.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan lokakarya pengawasan post-market obat tradisional dan suplemen sebagai upaya memastikan keamanan produk serta menggali potensi ekonomi nasional dari biodiversitas yang bisa dijadikan obat.
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Selasa, mengatakan, sebagai contoh, Indonesia memiliki jamu, kekayaan yang diakui oleh UNESCO. Kemudian, ada sekitar 27 ribu nomor izin edar untuk obat-obat berbahan alam.
Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan dan potensi tersebut dapat dikembangkan.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.