NADIKABAR.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan lokakarya pengawasan post-market obat tradisional dan suplemen sebagai upaya memastikan keamanan produk serta menggali potensi ekonomi nasional dari biodiversitas yang bisa dijadikan obat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Selasa, mengatakan, sebagai contoh, Indonesia memiliki jamu, kekayaan yang diakui oleh UNESCO. Kemudian, ada sekitar 27 ribu nomor izin edar untuk obat-obat berbahan alam.

Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan dan potensi tersebut dapat dikembangkan.