"Nah oleh karena itu ada peluangnya, sangat banyak manfaatnya, dan tetapi harus menjadi tugasnya Badan POM, tugasnya Badan POM sebagai pengawas sehingga untuk apa supaya ini semua diawasi," kata Taruna.
Dia menyebutkan, lokakarya tersebut disponsori oleh WHO. Petugas BPOM dari berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, National Professional Officer for Essential Drugs and Medicines WHO Indonesia Liyana Rakinaturia mengatakan, kerja sama dengan BPOM diharapkan dapat memperkuat kinerja regulatori instansi tersebut, agar sesuai dengan pedoman WHO salah satunya untuk pengawasan pascaperedaran obat tradisional.