"Kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi pada bulan September 2026 terutama makanan, minuman dan tembakau, dengan inflasi sebesar 0,88% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,26%," ujar Ateng.
Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau utamanya adalah cabe rawit dengan andil inflasi 0,08%.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau terutama cabe rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08%. Cabe merah andil inlfasi 0,06%. Daging ayam ras andil inflasi 0,05%, beras dengan andil inflasi 0,03%, telur ayam ras 0,02% serta ikan segar dan kangkung dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%," papar Ateng.