Secara nasional, BPS melaporkan sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain karet, jagung, cabai merah, dan gabah.

Berdasarkan subsektor, kenaikan NTP terjadi pada tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan rakyat. Subsektor hortikultura mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni sebesar 6,88 persen.

"Hal ini terutama disebabkan indeks harga yang diterima petani hortikultura naik cukup tinggi, yaitu naik 7,12 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani hortikultura hanya mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen," kata Ateng.

Adapun komoditas yang dominan mendorong peningkatan indeks harga yang diterima petani hortikultura adalah cabai merah, tomat, dan cabai rawit.