Dia mengingatkan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya tentang mencatat jumlah dan karakteristik usaha.

Namun, lebih dari itu, hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan, menentukan arah investasi serta memperkuat daya saing perekonomian Jakarta dan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Statistisi Ahli Madya BPS DKI Jakarta sekaligus Ketua Tim Sensus, Data Register dan Kerja sama Lembaga, Feri Prasetyo, mengatakan pengumpulan data dilakukan sejak Juni hingga akhir Agustus, atau sekitar 2,5 bulan.

"Pegawai BPS DKI melakukan pengawasan kepada kegiatan pengumpulan data. Secara bersamaan dilakukan juga proses pengawasan pengumpulan datanya. Demi data yang berkualitas, petugas organik juga melakukan revisit sampai dengan sekarang," kata dia.