Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan terhadap pendataan BPS DKI Jakarta sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, serta peningkatan kesehatan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki posisi strategis karena Jakarta menyumbang 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Karena itu, data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan struktur ekonomi Jakarta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memotret perekonomian Indonesia.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program prioritas, termasuk perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha, dan penciptaan lapangan kerja.