NADIKABAR.COM β Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan luar negeri Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Januari-Agustus 2026 mengalami surplus 40,18 juta dolar AS, dengan nilai ekspor mencapai 43,82 juta dolar AS dan impor sebesar 3,64 juta dolar AS.
βNeraca perdagangan luar negeri NTT pada Januari-Agustus 2026 mengalami surplus 40,18 juta dolar AS yang berasal dari surplus sektor nonmigas sebesar 38,17 juta dolar AS dan surplus sektor migas sebesar 2,02 juta dolar AS,β kata Kepala BPS NTT Matamira B. Kale di Kupang, Senin.
Ia mengatakan nilai ekspor NTT selama Januari-Agustus 2026 mencapai 43,82 juta dolar AS atau turun 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Penurunan tersebut seiring nilai ekspor nonmigas yang mencapai 41,8 juta dolar AS atau turun 11,57 persen.
Adapun nilai ekspor NTT pada Agustus 2026 mencapai 6,11 juta dolar AS atau turun 7,53 persen dibandingkan Agustus 2025. Ekspor nonmigas tercatat sebesar 5,95 juta dolar AS atau turun 6,66 persen, sedangkan ekspor migas sebesar 0,17 juta dolar AS atau turun 30,80 persen secara tahunan.
βSecara kumulatif Januari-Agustus 2026, ekspor didominasi sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi 82,53 persen, diikuti sektor pertanian 10,7 persen dan pertambangan 2,16 persen,β katanya.
Dia menjelaskan ekspor nonmigas pada Agustus 2026 didominasi barang hasil industri pengolahan dengan nilai 5,16 juta dolar AS atau memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor nonmigas NTT. Nilai tersebut turun 8,01 persen secara tahunan.
Dari 10 komoditas dengan nilai ekspor terbesar selama Januari-Agustus 2026, peningkatan tertinggi terjadi pada kapal terbang dan bagiannya (HS 88) yang naik 1,4 juta dolar AS atau 145,41 persen, diikuti bahan bakar mineral (HS 27) yang naik 0,58 juta dolar AS atau 40,4 persen serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) yang meningkat 0,51 juta dolar AS atau 14,14 persen.
Ia menjelaskan, tiga negara tujuan utama ekspor NTT selama Januari-Agustus 2026 yakni Timor Leste dengan nilai 35,90 juta dolar AS atau 81,94 persen dari total ekspor, diikuti Turki sebesar 2,33 juta dolar AS atau 5,31 persen dan Jepang sebesar 1,11 juta dolar AS atau 2,53 persen.
Lebih lanjut, Matamira menyampaikan nilai impor NTT selama Januari-Agustus 2026 mencapai 3,64 juta dolar AS dengan volume 9.399,75 ton atau turun 47,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun pada Agustus 2026, nilai impor tercatat sebesar 0,64 juta dolar AS atau turun 29,28 persen dibandingkan Agustus 2025.
Pada Januari-Agustus 2026, negara pemasok barang impor terbesar ke NTT adalah Timor Leste dengan nilai 3,2 juta dolar AS atau 87,97 persen, diikuti Indonesia (dari berbagai daerah) sebesar 0,41 juta dolar AS atau 11,39 persen dan Tiongkok sebesar 0,02 juta dolar AS atau 0,65 persen.