"Saya berusaha membantu dan berbicara dengan mereka, tetapi setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Kami bisa memotivasi mereka sampai batas tertentu, tetapi hanya sebatas itu; ada yang memiliki karakter lebih kuat dibandingkan yang lain."

"Jika mendengar cemoohan, mereka cenderung bersembunyi dan merasa takut. Saya sadar kami memiliki banyak pemain baru dan muda, jadi jika dibandingkan dengan Juventus beberapa tahun lalu, situasinya memang berbeda."

"Bukan berarti saya menyalahkan rekan-rekan setim, tetapi setiap orang memang berbeda. Saat keadaan memburuk, ada yang bereaksi dengan penuh tekad, sementara yang lain justru menarik diri. Itu memang kepribadian mereka masing-masing," tegasnya.

Juventus tak punya banyak waktu untuk bersedih. Mereka akan segera menjamu Rennes dalam lanjutan Liga Europa pada Kamis (22/10) pukul 23.45 WIB sebelum kembali berlaga di Serie A dengan bertamu ke markas Lecce pada Senin (26/10) pukul 00.00 WIB.