NADIKABAR.COM — Bek Juventus Gleison Bremer melontarkan kritikan kepada rekan setimnya usai dihajar Lazio 0-3 di kandang sendiri. Sejumlah pemain Bianconeri dinilai bermain dengan rasa takut.
Lazio tampil efisien dalam laga pekan ketujuh Liga Italia musim ini di Allianz Stadium, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Dari tiga shot on target, semua berhasil dikonversi menjadi gol.
Oliver Provstgaard membuka skor lewat tandukan di menit ke-37 yang menyambut crossing Mattia Zaccagni. Di babak kedua, Gustav Isaksen menambah keunggulan di menit ke-66 via tembakan di kotak penalti usai mengecoh Zeki Celik. Fisayo Dele-Bashiru memantapkan kemenangan tim tamu melalui gol di menit ke-89 setelah menang adu cepat melawan Bremer.
Ini menjadi kekalahan kedua Juventus di Serie A setelah takluk dari Sassuolo pada September lalu. Mereka kini melorot ke urutan delapan klasemen sementara dengan 11 poin dari tujuh laga, tertinggal delapan poin dari Inter Milan di puncak klasemen.
"Performa kami buruk, jadi wajar jika kami tidak senang telah merepresentasikan seragam Juventus dengan cara seperti ini. Namun, kami harus menganalisis kesalahan-kesalahan kami dan segera kembali ke jalur yang benar, karena tidak ada waktu untuk hal lain," ujar Bremer kepada Sky Sport Italia.
"Kami memiliki sejumlah peluang dan bermain dengan baik sampai mereka mencetak gol. Fakta bahwa mereka berhasil mencetak gol dari peluang pertama yang mereka ciptakan menimbulkan rasa frustrasi yang nyata bagi kami. Itu adalah sesuatu yang harus segera kami perbaiki."
Kekalahan ini membuat pelatih Luciano Spalletti mulai meragukan metode yang ia terapkan dan melihat apa yang perlu diperbaiki, namun Bremer juga memiliki penilaian sendiri. Ia mempertanyakan determinasi rekan setimnya yang bermain dengan rasa takut di lapangan saat tekanan mulai meningkat.
"Memang benar, pelatih memberikan arahan, tetapi kamilah yang harus menerapkannya di lapangan. Namun, ada 11 pemain di lapangan, ditambah lima pemain dari bangku cadangan, jadi saya tidak bisa memikul beban semuanya sendirian," lanjut Bremer.
"Saya berusaha membantu dan berbicara dengan mereka, tetapi setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Kami bisa memotivasi mereka sampai batas tertentu, tetapi hanya sebatas itu; ada yang memiliki karakter lebih kuat dibandingkan yang lain."
"Jika mendengar cemoohan, mereka cenderung bersembunyi dan merasa takut. Saya sadar kami memiliki banyak pemain baru dan muda, jadi jika dibandingkan dengan Juventus beberapa tahun lalu, situasinya memang berbeda."
"Bukan berarti saya menyalahkan rekan-rekan setim, tetapi setiap orang memang berbeda. Saat keadaan memburuk, ada yang bereaksi dengan penuh tekad, sementara yang lain justru menarik diri. Itu memang kepribadian mereka masing-masing," tegasnya.
Juventus tak punya banyak waktu untuk bersedih. Mereka akan segera menjamu Rennes dalam lanjutan Liga Europa pada Kamis (22/10) pukul 23.45 WIB sebelum kembali berlaga di Serie A dengan bertamu ke markas Lecce pada Senin (26/10) pukul 00.00 WIB.