Menurutnya, penyaluran pembiayaan membutuhkan ekosistem usaha yang jelas, terutama keterhubungan antara pelaku usaha utama atau anchor, industri pengolahan, dan UMKM. Keterhubungan tersebut diperlukan agar bank dapat menilai kelayakan usaha dan memproses pembiayaan.

"Ekosistemnya memang harus dipastikan antara anchor, kemudian industri dan pelaku UMKM ini harus sama-sama diskenariokan sehingga bank bisa menerima proses underwriting," ujarnya.

Akhmad menambahkan, perbankan memiliki tujuan ekonomi sekaligus sosial dalam pembiayaan. Selain menjaga keberlanjutan bisnis, bank juga diharapkan mendorong pemberdayaan dan pendampingan pelaku UMKM.

Karena itu, perbankan dapat mulai memberikan pembiayaan sejak tahap awal pengembangan usaha, selama kebutuhan dan risiko bisnisnya dapat dipetakan.

"Dari awal kita sudah bisa masuk. Tetapi memang diskusinya dari hulu ke hilir, perbankan akan konsen di sana," kata Akhmad.