Hery menyebut zaman terus berganti, teknologi berkembang, dan cara melayani nasabah semakin modern.
"Namun, satu hal yang tidak boleh berubah adalah jati diri BRI. Seperti angka 131, BRI harus tetap menjadi dirinya sendiri di tengah perubahan: bank yang lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," tegas dia.
Sebagai informasi, rangkaian kick-off juga diisi Bazar UMKM BRILiaN Klasterku Hidupku yang menghadirkan klaster usaha binaan BRI. Bazar ini menjadi sarana pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Klaster yang tampil, antara lain, Klaster Usaha Alpukat Sumberejo, Melon Bansari, Buah Matoa Kucurgan, Jeruk Semboro, Mangga Ngetos, dan Pelanggan Citra Trani (Stroberi). Masing-masing membawa komoditas unggulan dari daerah asal dan memperkenalkan potensi usaha lokal yang dikembangkan melalui pendampingan BRI.
BRI juga menggelar dua aktivasi BRI Peduli yang berfokus pada lingkungan. Salah satunya Sumber Mata Air Kehidupan, berupa fasilitas pengisian ulang air minum bagi pengunjung.
Fasilitas tersebut mendorong kebiasaan reuse dan refill serta mengurangi penggunaan botol dan gelas plastik sekali pakai. BRI mengajak insan BRILiaN membangun kebiasaan ramah lingkungan dari aktivitas sehari-hari.