NADIKABAR.COM — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penyusunan instrumen deteksi dini risiko ekologi akibat ciguatera fish poisoning dan ledakan alga berbahaya di kawasan destinasi Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara.
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan instrumen deteksi dini menjadi salah satu agenda tindak lanjut dalam upaya membangun sistem mitigasi bencana ekologi terpadu di wilayah pesisir.
"Kami siap mengambil peran strategis sebagai jembatan yang mentransformasikan hasil riset dan inovasi akademis menjadi regulasi serta kebijakan daerah yang konkret," ujarnya di Mataram, Kamis.
Aryadi menegaskan pengembangan instrumen deteksi dini perlu didukung sistem informasi lingkungan yang terintegrasi agar potensi risiko dapat diketahui lebih cepat dan menjadi dasar pengambilan keputusan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan.