BRIDA NTB juga mendorong penguatan dashboard sistem informasi lingkungan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) komunikasi risiko yang aman dan netral bagi publik terkait fenomena ekologi pesisir.
Pada 23 September 2026, BRIDA NTB bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Mataram melakukan diskusi kelompok terpumpun mengenai pengembangan model mitigasi bencana ekologi ciguatera fish poisoning dan ledakan alga berbahaya.
Diskusi itu menghasilkan kesepakatan awal untuk menyusun peta jalan mitigasi bencana ekologi terpadu serta pembentukan pusat komando riset dan deteksi dini di kawasan pesisir NTB.
Langkah tersebut dirancang guna melindungi kesehatan masyarakat pesisir, menjaga keselamatan wisatawan, serta menjamin keberlanjutan sektor pariwisata bahari dan perikanan yang bernilai ekonomi lebih dari Rp26,86 triliun per tahun.