Sate bulayak berasal dari Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Kini, makanan yang awalnya hanya tersaji saat upacara keagamaan tersebut telah menyebar ke berbagai tempat di Pulau Lombok, khususnya objek wisata dan pusat keramaian.

Ciri khas sate bulayak terletak pada lontong panjang mengerucut yang dibungkus daun kelapa atau aren muda, kemudian disajikan bersama sate daging dan kuah santan kental berbumbu rempah. Lontong itulah yang disebut bulayak dalam bahasa suku Sasak.

Brida NTB juga mengidentifikasi potensi pendaftaran indikasi geografis untuk produk pisang ketip dari kawasan Gunungsari dan tembakau lokal.

Aryadi menekankan hasil penelitian dan inovasi daerah tidak seharusnya berhenti pada penyusunan laporan atau pembuatan prototipe, tetapi perlu diarahkan agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.