NADIKABAR.COM — Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 6 Marinir Kolonel (Mar) Ernesto Ardendi Brahmana memastikan personelnya mampu memperkuat pengamanan wilayah ibu kota dengan cara humanis.

Hal tersebut dikatakan Ernesto saat ditemui awak media di Markas Pasmar I Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa.

"Kita tidak lepas dari prinsip bahwa Marinir harus mengedepankan pendekatan Humanis karena pada dasarnya kita ini bagian dari masyarakat," kata pria yang akrab disapa Ernest ini.

Menurut Ernest, pendekatan humanis memberikan banyak manfaat, salah satunya membuat prajurit Marinir lebih menyatu dengan masyarakat.

Kondisi itu dapat membuka kesempatan bagi prajurit dan masyarakat untuk saling berdialog sehingga tercipta hubungan yang hangat.

"Jadi tidak perlu overprotective. Kita tampung aspirasi mereka," kata dia.

Ernest pun mengambil contoh kegiatan donor darah yang saat ini sedang digelar korps Marinir TNI AL di beberapa tempat, termasuk Jakarta.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh personel Marinir saja melainkan masyarakat sekitar. Selain itu, pasukannya juga terlibat dalam beberapa kegiatan pembersihan lingkungan bersama masyarakat.

Hal tersebut menurut dia membuktikan bahwa keberadaan Korps Marinir telah disambut baik oleh kalangan masyarakat.

Kendati demikian, lanjut Ernest, sifat-sifat humanis itu tidak mengendurkan kewaspadaan pasukannya dalam menjaga ibu kota.

Dia menjelaskan, Brigif yang dia pimpin ini membawahi wilayah penyangga DKI Jakarta mulai dari Tanggerang hingga Karawang.

Untuk menjaga wilayah-wilayah itu, Brigif yang baru diresmikan pada perayaan HUT ke-81 TNI Oktober 2026 lalu ini dilengkapi dengan empat Batalyon dan satu kompi markas.

"Salah satu Batalyon terdiri dari 837personel. Kalau keseluruhan personel di Batalyon sebanyak 3.639," jelas dia.

Dia menjelaskan para personel Korps Marinir itu telah melalui ragam pelatihan tempur sehingga dipastikan mampu menjalankan misi pertahanan dan pengamanan wilayah ibu kota.

Pasukannya, tambah dia, juga turut berkolaborasi antar matra dalam memperkuat pengamanan wilayah, terutama kawasan udara ibu kota.

"Seperti contoh di daerah Tanjung Burung itu bukan hanya Marinirsaja yang bertugas tapi nanti ada Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dari Angkatan Darat serta Korpasgat (TNI AU)," terang dia.

Walau hingga saat ini proses pemenuhan personel dan fasilitas masih berlangsung, Erenst yakin jajarannya dapat menjalankan tugas pengamanan ibu kota dengan maksimal.