"Kerja sama BRIN dan YKAN diharapkan dapat menghasilkan policy brief yang memberikan rekomendasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk kegiatan pencegahan dan pasca-kebakaran. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam upaya pemulihan dan pencegahan karhutla di masa mendatang," ujar Asep.
Sementara itu, Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi mengemukakan, ekosistem gambut saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari degradasi lahan, kebakaran yang berulang, hingga perubahan iklim yang menyebabkan pola musim semakin tidak menentu.
"Tantangan yang dihadapi ekosistem gambut saat ini sangat kompleks dan hanya dapat diselesaikan melalui landasan ilmiah yang kuat. Karena itu, kolaborasi antara lembaga penelitian, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat menjadi sangat penting untuk menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan," kata Ruslandi.