NADIKABAR.COM — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya penguatan konservasi dan pendanaan keberlanjutan dalam pengelolaan kebun raya di Indonesia, demi menjaga kelestarian berbagai keanekaragaman hayati yang menjadi koleksi.

Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian menekankan pembangunan kebun raya tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur.

"Saya tidak menyarankan supaya kebun raya dikomersialkan, tetapi kita juga perlu melihat bahwa mengelola kebun raya itu tidak murah. Kita berurusan dengan lahan yang cukup luas. Dan itu urusannya dengan tumbuhan makhluk hidup yang kalau tidak dikelola secara intensif, maka tumbuhan tersebut akan tumbuh tidak beruntung dan tidak bagus," katanya.

Hendrian menilai perencanaan sejak awal diperlukan sebagai dasar pemahaman menyeluruh mengenai fungsi dan tanggung jawab pengelolaan kebun raya, termasuk keberlanjutan operasionalnya. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendanaan yang dapat meringankan beban pengelola tanpa menghilangkan identitas utama kebun raya sebagai kawasan konservasi.