NADIKABAR.COM — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendalami potensi ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui riset untuk mengidentifikasi kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Peneliti Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) BRIN Abdul Jamil, menegaskan bahwa riset ini tidak sekadar menjadi kajian akademis, tetapi juga merupakan ikhtiar untuk membangun kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji karena menjadi negara dengan jumlah jamaah terbesar di dunia.
"Kita tidak hanya meneliti haji, tapi kita sedang berusaha merumuskan bagaimana membangun negeri yang makmur dan sejahtera. Indonesia ini number one, unique, the best karena jumlah jamaah haji di dunia yang terbesar adalah dari Indonesia," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Jamil menjelaskan, penelitian ini mencakup sepuluh dimensi krusial yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji, mulai dari masa tunggu, persiapan, pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, hingga kondisi jemaah setelah kembali ke Indonesia.