NADIKABAR.COM — Pemulihan layanan dasar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat turut didukung dengan penyaluran enam unit fasilitas Air Siap Minum (Arsinum) buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengiriman fasilitas tersebut ditargetkan dimulai secara bertahap pada 15 Oktober 2026.
Distribusi Arsinum tersebut mencakup empat wilayah terdampak, yakni Kabupaten Aceh Tamiang (2 unit), Kabupaten Tapanuli Tengah (2 unit), Kabupaten Aceh Utara (1 unit), dan Kabupaten Agam (1 unit). Unit-unit ini merupakan bagian dari total delapan unit Arsinum stasioner yang disiapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Setiap unit Arsinum memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 liter air siap minum per hari, atau setara dengan 500 galon berukuran 20 liter. Kapasitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum masyarakat dalam jumlah besar sekaligus mendukung ketersediaan air minum jangka panjang di daerah.
"Kami menyiapkan delapan unit Arsinum stasioner untuk dihibahkan ke daerah, dengan enam unit di antaranya ditempatkan di Sumatera," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Manajemen Kekayaan Intelektual BRIN Joko Widodo dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).