Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor Posko Nasional Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Renovasi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Joko mengungkapkan dengan skema tersebut, pemerintah daerah dapat mengelola dan memanfaatkan Arsinum sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Ia pun mengingatkan pentingnya penetapan lokasi penempatan yang strategis agar pemanfaatan Arsinum berjalan optimal.
"Kalau hanya melayani 40 kepala keluarga (KK), sepertinya kurang banyak. Jadi, nanti mungkin ditempatkan di area yang di tengah, yang bisa menyuplai lebih banyak lagi. Bahkan mungkin kalau perlu 3.000 KK bisa dilayani, sampai 5.000 KK," papar Joko.
Dari sisi teknologi, Arsinum menggunakan sistem filtrasi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang dapat mengolah berbagai sumber air baku, mulai dari air payau dengan kadar Total Dissolved Solids (TDS) 2.000-6.000 hingga air laut. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan air yang aman dan siap dikonsumsi.