NADIKABAR.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria membuka pintu untuk para industri yang ingin mengadopsi teknologi dan inovasi di berbagai bidang. Industri nantinya akan menjadi mitra BRIN dalam produksi dan memasarkannya kepada masyarakat.
"Siapa saja (industri) yang tertarik, bisa mendapatkan lisensi dari BRIN untuk memproduksi (inovasi/teknologi) secara massal, karena BRIN tidak punya kewenangan untuk memproduksi secara massal," ungkap Arif usai acara BRIN Goes To Industry 6 di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Sarwono Prawirohardjo BRIN, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Untuk memfasilitasi industri, pihaknya menghadirkan program BRIN Goes To Industry. BRIN to Industry diadakan dua kali setiap bulannya dan kini sudah mencapai gelaran keenam.
"Pertemuan ini penting, satu untuk sosialisasikan inovasi-inovasi di BRIN. Kemudian kedua, ini adalah tempat untuk business matching, karena kita berharap bahwa inovasi-inovasi BRIN ini bisa dilisensikan kepada sejumlah industri untuk diproduksi secara massal," urainya lebih lanjut.
Dalam gelaran BRIN Goes To Industry 6, Arif menyebut pihaknya mengangkat tentang bidang air. Air menjadi suatu hal yang krusial di tengah bencana yang saat ini melanda berbagai wilayah Indonesia.
"Seperti misalnya kasus di Aceh dan di Sumatera yang bencana banjir kemarin, kebutuhan air sangat tinggi sehingga kita membawa teknologi air sisa bencana menjadi air siap minum," bebernya.
Teknologi serupa juga tengah diterapkan di wilayah bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Sumber air payau seperti dari sungai di NTT ternyata terbatas.
Dibanding sungai, NTT lebih banyak memiliki laut. Namun, air laut yang asin tentu tergolong sebagai air yang tidak layak minum.
Untuk itu, BRIN menghadirkan teknologi deslinasi air laut. Teknologi mampu memproses air laut baku melalui enam tahapan penyaringan yang komprehensif.
Setelah disaring, air olahan disalurkan langsung menuju stasiun pengisian galon otomatis yang siap dikonsumsi masyarakat. Teknologi ini memiliki manfaat besar dalam pemenuhan kebutuhan air siap minum bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau kecil.
"Nah BRIN sudah ada teknologinya. Oleh karena itu, hari ini kita mencoba untuk sosialisasi terhadap teknologi BRIN, sehingga diharapkan kita akan memiliki banyak mitra industri yang akan mendapatkan lisensi untuk memproduksi secara masal inovasi-inovasi BRIN itu," tegas Arif.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, sudah ada 6 acara BRIN Goes to Industry. Kelima acara sebelumnya membahas tentang: