Hingga saat ini, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah digunakan dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp 5 triliun.
"Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya," kata Ghimoyo.
Kerja sama juga diperluas melampaui pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan semakin diarahkan untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, serta karyawan dalam jaringan ID FOOD Group.
Di sisi internal, sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN. Digitalisasi juga mulai diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD serta pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN.
"Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien," ujarnya.