NADIKABAR.COM — Perilaku langka buaya kerdil penghuni gua di Gabon akhirnya berhasil terekam kamera. Predator mungil ini terlihat berburu dan menyambar kelelawar di tengah kegelapan Gua Abanda.

Rekaman tersebut menampilkan dwarf crocodile (Osteolaemus tetraspis), yang disebut sebagai spesies buaya terkecil di dunia. Panjang tubuhnya hanya sekitar 1,5 meter, jauh lebih kecil dibandingkan buaya Nil atau buaya muara.

Buaya kerdil sebenarnya hidup di berbagai wilayah Afrika Barat dan Tengah, biasanya menghuni hutan, sungai, dan rawa. Namun populasi yang ditemukan di Gua Abanda, Gabon, memilih kehidupan yang sangat berbeda: tinggal di bawah tanah dalam kegelapan, dikelilingi kelelawar dan tumpukan kotorannya.

Peneliti sudah lama mengetahui buaya-buaya tersebut memakan kelelawar. Studi yang diterbitkan di African Journal of Ecology pada 2016 menemukan buaya penghuni gua sebagian besar memakan jangkrik gua dan kelelawar. Namun bagaimana mereka menangkap kelelawar belum pernah disaksikan langsung.

Kini misteri tersebut terjawab berkat kamera jarak jauh yang dipasang untuk serial National Geographic Africa: Earth's Wild Home. Rekamannya memperlihatkan buaya menunggu kesempatan sebelum menyambar kelelawar di dalam gua.

Matt Shirley, ahli ekologi konservasi yang telah meneliti populasi tersebut sekitar 15 tahun, mengatakan keberadaan manusia sebelumnya membuat buaya enggan menunjukkan perilaku alaminya. Karena itu, kamera jarak jauh menjadi kunci untuk merekam aksi berburu tersebut.

Keanehan buaya Gua Abanda tidak berhenti pada kebiasaannya memburu kelelawar. Sebagian individu memiliki kulit berwarna oranye, berbeda dari warna gelap buaya kerdil yang hidup di permukaan.

Penelitian sebelumnya menduga warna tersebut muncul akibat buaya terus-menerus berada di lingkungan yang dipenuhi kotoran kelelawar atau guano. Kondisi di dalam gua juga ekstrem, dengan lorong sempit dan genangan guano yang harus dilewati hewan tersebut.

Menariknya, buaya penghuni gua justru ditemukan memiliki kondisi tubuh yang lebih baik dibandingkan kerabatnya di hutan. Peneliti menduga melimpahnya makanan dan minimnya predator memberi mereka keuntungan.

Populasi ini juga mulai menunjukkan perbedaan genetik dari buaya di luar gua karena mereka cenderung hidup dan berkembang biak dalam kelompok yang sama. Shirley menggambarkannya sebagai contoh evolusi yang sedang berlangsung.

Meski demikian, keberadaan mereka masih menghadapi ancaman. Gua Abanda saat ini berada di luar kawasan lindung Gabon, sementara dwarf crocodile secara umum diklasifikasikan sebagai spesies rentan. Pemerintah Gabon disebut sedang menjalankan proses untuk memberikan perlindungan khusus terhadap kawasan gua tersebut.