"Pasar saham belakangan ini berubah menjadi pasar bullish spekulatif yang gila-gilaan. Dan sekarang kita melihat gelembung itu pecah," kata manajer investasi yang berbasis di Beijing, Dong Baozhen yang dikutip NadiKabar dari Reuters.

Saham Unitree, perusahaan robotika China yang tengah ramai dibicarakan, anjlok setengahnya sejak perusahaan tersebut go public dalam IPO yang sangat dinantikan pada bulan Agustus. Sementara itu, produsen chip CXMT telah kehilangan lebih dari seperempat nilainya selama sebulan terakhir.

Meski begitu, pasang surut pasar saham tak sepenuhnya mematahkan semangat investor AI. DeepSeek, salah satu perusahaan AI teratas di China, baru-baru ini berhasil meraup USD 15 miliar dalam salah satu putaran pendanaan terbesar dalam sejarah China. Media tersebut juga mencatat Huawei berhasil mengamankan pinjaman sebesar USD 2,3 miliar dari bank-bank China untuk dibelanjakan pada lebih banyak cip AI.