"Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan murid untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan buku ajar," tutur Imam.

Materi modul mengangkat berbagai unsur kehidupan masyarakat setempat, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, pengetahuan lokal, kesenian, hingga adat dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, aktivitas keluarga di kebun atau makanan yang dikenal anak dapat menjadi titik awal untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah.

Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui diskusi kelompok pada 29 September 2026. Masukan dari para peserta menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik siswa.

Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa.

"Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil," ujar Prabowo dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Jum'at (2/5) tahun lalu.