Di Papua, perhatian terhadap akses dan kualitas pendidikan juga menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan.
"Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah hadir," ungkap AHY.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan bahwa keberhasilan Tim Ekspedisi Patriot harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.
"Yang paling penting adalah seberapa besar dampak yang dihasilkan. Ukurannya bukan berapa banyak peserta yang kita kirim, tetapi perubahan nyata yang kita tinggalkan bagi masyarakat," pungkas Iftitah.
Tahap berikutnya, TEP Unair berencana menguji penggunaan modul dalam pembelajaran. Tim akan mengamati perkembangan kemampuan siswa dan menghimpun masukan guru sebagai bahan penyempurnaan. Melalui penyusunan dan pengujian modul ini, TEP Unair berharap dapat mendukung pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak serta memperkuat kemampuan literasi di kawasan transmigrasi Prafi.